Generasi Milenial tumbuh saat internet mulai berkembang pesat, dengan memanfaatkan teknologi dan menghabiskan hidup mereka di jalur dalam jaringan selama 24/7. Meski tak sedikit penelitian yang mengatakan bahwa generasi millennial adalah generasi yang kurang produktif karena mengandalkan semua kegiatannya dengan teknologi, hal ini tidak sepenuhnya benar. Generasi milenial ingin aktualisasi diri dan mengubah lingkungan mereka. Hal ini mereka lakukan dengan cara memanfaatkan teknologi.
Berikut hal positif yang dilakukan generasi milenial untuk memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang :
1.Terhubung Teknologi Selama 24 Jam
Ponsel memegang peranan penting sebagai gadget paling praktis yang dimanfaatkan oleh generasi milenial. Bukan kecanduan teknologi, tetapi memang pekerjaan dan aktivitas mereka mengharuskan mereka untuk berkutat dengan teknologi selama hampir 24 jam. Komunikasi, belanja, melakukan transaksi finansial, mencari informasi, olahraga, dan aktivitas sehari-hari lainnya bisa mereka lakukan dengan memanfaatkan ponsel.
2.Membangun Ide dan Visi ke Depan
Milenial dapat memulai dengan ide-ide yang sederhana terlebih dahulu. Dari ide yang sederhana tersebut, dapat membentuk sebuah startup baru yang memecahkan masalah-masalah disekitar dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Selain mencoba mengembangkan ide-ide yang dipikirkan, generasi millenial juga harus memiliki visi yang jelas dalam kehidupannya.
3.Mencari Teknologi yang Membantu Pengembangan Diri
Generasi milenial juga memerlukan teknologi untuk pengembangan diri mereka. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan sehari-hari, ketika tidak sedikit lowongan pekerjaan yang menyertakan syarat agar pelamar bisa menggunakan software tertentu demi kelancaran kegiatan operasional kerja. Bagi generasi milenial, hal ini bermanfaat untuk pengembangan diri mereka. Semakin banyak mereka belajar hal baru dari teknologi yang mereka gunakan, maka soft skill mereka juga makin meningkat.
4.Bersikap Terbuka Terhadap Berbagai Pengalaman Baru
Di dunia yang makin dinamis dan modern, generasi milenial perlu membiasakan diri untuk terbuka dengan berbagai pengalaman baru. Contohnya, bergabung dengan organisasi sosial, menjadi relawan bagi orang miskin, atau mengikuti ajang perlombaan. Aktivitas tersebut akan melatih diri untuk berpikir lebih kreatif dan bergerak lebih aktif. Selain itu, dapat membiasakan diri lebih tanggap dan kritis dengan masalah yang terjadi disekelilingnya.
Cara generasi milenial menanggapi teknologi mungkin tidak sama dengan generasi sebelumnya. Ketergantungan generasi milenial akan teknologi didukung dengan inovasi teknologi yang memudahkan kebutuhan. Jadi, tak sepenuhnya generasi ini menggunakan teknologi dengan salah, namun ada tuntutan kehidupan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.