WEBSITE VS WEB APPLICATION


WEBSITE VS WEB APPLICATION

 

Teknologi memang tak ada matinya dalam berkembang. Hampir semua urusan berkaitan dengan teknologi. Dan salah satu yang paling dirasakan adalah bisnis. Di dunia serba online ini, bisnis butuh platform yang bisa menunjang branding, marketing, hingga engagement dengan konsumen. Bahkan saat kebutuhan bisnis semakin meningkat. Seperti membutuhkan platform yang bisa memproses transaksi secara otomatis, juga yang bisa mengatur task pekerjaan secara real time. Untuk mewujudkannya, Anda memiliki dua pilihan, yaitu website atau web app. Keduanya adalah teknologi yang terlihat sebelas-dua belas. Karena hampir mirip bahkan tidak sedikit juga yang bingung dan bertanya-tanya.

Website adalah kumpulan halaman di dalam suatu domain di internet yang dapat diakses melalui browser. Tujuan dibuatnya website, untuk menyampaikan suatu informasi kepada pengguna. Website ini punya sistemnya seperti buku. Ada yang menulis dan ada pula yang membaca. Admin atau pengelola website menulis informasi kepada pengunjung melalui tiap page di website. Dan Anda yang mengunjungi website sebagai pembaca.

Karena tujuannya untuk memberikan informasi, pada website yang bentuknya paling sederhana, pengunjung tidak dapat menambah informasi tersebut. Misalnya seperti berkomentar. Jadi, tidak ada interaksi langsung di sana. Namun, website semakin berkembang sehingga pengunjung dapat “melakukan sesuatu” di dalam website dan bukan hanya membaca. Contohnya, memberi komentar, membagikan blog post, dan lainnya.

Berbeda dengan website, web application (mari kita singkat menjadi web app) memungkinkan interaksi di dalamnya. Misalnya, mengirim formulir, menggunakan fitur chat, pembayaran online, dan lain-lain. web app adalah program layaknya software tapi berbasis web dan dapat diakses melalui browser. Web app lebih menonjolkan fitur dan interaksi penggunanya.

Perbedaan Website dan Web Application

Jika dilihat, keduanya sama-sama dapat diakses dari browser, membutuhkan internet, dan juga mungkin masih ada persamaan yang lainnya. Lalu perbedaannya di mana?

1. Karakteristik

Untuk membedakan antara website dan web app paling mudah memang dilihat dari karakteristiknya. Website ditujukan untuk penggunaan yang lebih ringan dibandingkan web app. Kebutuhan server pun fleksibel sesuai kebutuhan. Website dapat berjalan hanya menggunakan shared hosting. Dan dapat diupgrade ke VPS atau Cloud Hosting jika memang dibutuhkan. Karena tidak terlalu banyak fitur, website dapat di-setting menjadi mobile friendly sehingga memiliki cara akses lebih fleksibel. 

Sebaliknya, web app memiliki kustomisasi fitur yang unik. Kebutuhan penyimpanan data pengguna dan aktivitasnya pun jauh lebih kompleks. Karenanya penggunaan data web app lebih banyak, web app membutuhkan server yang jauh lebih besar, sekelas Cloud Hosting. Dan sesuai namanya, akses hanya dapat dilakukan dari web. Kalaupun ingin di akses dari device mobile, ya pilihannya adalah membuat mobile app. Meski begitu, web app dapat diakses lintas platform atau dapat digunakan diberbagai sistem operasi. Misalnya, Windows, Linux, Mac Os, dll.

2. Tugas Utama

Website dan Web App dibangun dengan tujuan yang berbeda. Aktivitas utama website adalah memberikan informasi, baik itu untuk tujuan branding, marketing, edukasi, dan lain sebagainya. Informasi berupa konten di-posting dalam sebuah halaman dan pengunjung membacanya. 

Berbeda dengan web app. Contoh : ecommerce Shopee. 

  • Shopee menampilkan data produk secara real time. Misalnya, produk sold out otomatis, dll.
  • Shopee mengolah data pembayaran seperti, nomor invoice, notifikasi tagihan, pengecekan pembayaran otomatis, dll.
  • Hingga mengolah informasi review produk. Contohnya, review dari 100 orang untuk satu barang dan dirangkum menjadi rating dalam bintang.

Tiga hal diatas hanyalah contoh kecil dari pengolahan data web app. Tentunya masih ada banyak lagi proses yang lainnya.

3. Kompleksitas

Jika di website Anda dapat menemukan navigasi terstruktur seperti, menu > submenu > halaman/post, dll. Maka, di web app Anda akan merasakan sistem navigasi secara intuitif. Dengan kata lain, pengguna bisa menyesuaikan diri dengan cepat dan tidak merasa kesulitan menggunakannya.  Justru karena itu mengapa web app membutuhkan User Interface yang lebih kompleks dibanding website.

Karena keunikan fiturnya, web app memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi dibanding website. Dibutuhkan coding untuk mengkustomisasi navigasi sesuai kebutuhan.

4. Interaksi

Pengunjung website dapat melihat atau membaca setiap informasi. Namun, tidak dapat berkomunikasi dengan siapapun di sana. Lain halnya dengan web app yang memungkinkan adanya interaksi. Baik itu antar pengguna, user dengan admin, bahkan interaksi antara komputer dengan web app itu sendiri. Contohnya, aktivitas transfer file.

Tetapi saat ini banyak website sudah dibekali dengan plugin chat, agar Anda bisa berkomunikasi dengan pengunjung website. Misalnya, untuk memberikan layanan customer service.

5. Komponen Pengembangan

Sebagai pondasi pembentuk, baik website maupun web app sama-sama menggunakan HTML, CSS, dan Javascript (bagi website hanya digunakan jika dibutuhkan). Namun, website dinilai lebih ramah bagi pemula yang awam dengan teknologi. Karena sekarang Anda bahkan dapat membuat website dengan mudah tanpa coding dengan bantuan CMS. Anda tinggal pilih tema, tambah plugin, dan lengkapi konten. Website Anda sudah siap!

Sebaliknya, bagi web app tidak akan semudah itu. Anda akan membutuhkan tenaga developer andal yang dapat menggunakan bahasa pemrograman lainnya seperti, PHP, Ruby, dan Python.

6. Integrasi Sistem

Website dan web app memungkinkan jika menggunakan plugin atau fitur tambahan lain untuk integrasi sistemnya. Bagi website, tanpa bantuan software lain pun, tugas utamanya yaitu menampilkan informasi akan tetap berjalan. Jadi, integrasi bagi website bersifat opsional. Jika ingin memberikan fitur lebih di website bisnis Anda, integrasi dapat dilakukan dengan memasang plugin pihak ketiga. Misalnya membuat toko online, katalog produk, dll. 

Kenapa web app membutuhkan integrasi? Karena fitur di dalamnya lebih kompleks, data pun semakin banyak yang harus diolah. Dengan begitu pengolahannya membutuhkan bantuan dari software lain.

7. Autentikasi

Web App memerlukan autentikasi, biasanya sistem log in-log out, karena hak akses lebih luas. Agak berbeda dengan website yang biasanya tidak memerlukan log in untuk pengunjung. Siapapun dapat bebas membaca informasi di dalam website.

Bagaimana? Sudah mulai paham mengenai perbedaan website dengan web app? Bisnis Anda akan memilih menggunakan yang mana? Pilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda ya.

 

Posted 2021-01-21 08:02 by Marcomm Gmedia Share
  news