HINDARI KEYWORD STUFFING DALAM PENULISAN ARTIKEL


HINDARI KEYWORD STUFFING DALAM PENULISAN ARTIKEL

 

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan seorang penulis artikel SEO adalah melakukan keyword stuffing. Padahal hal itu justru akan berdampak negatif terhadap ranking halaman website Anda. Dimana Keyword stuffing adalah memasukan kata kunci secara berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan dalam sebuah artikel. Tujuannya adalah mencoba meningkatkan visibilitas pencarian di Google dengan kata kunci tersebut. Padahal, hal itu tak akan meningkatkan peringkat SEO di halaman pencarian Google. Malah, cara ini justru akan berdampak buruk terhadap SEO website Anda.

Ada dua teknik keyword stuffing yang sering dipakai orang:

1. Mengulang kata kunci secara berlebihan.

2. Menggunakan kata kunci yang tidak relevan dengan topik halaman.

Ada juga cara keyword stuffing yang tidak terlihat oleh pembaca. Ini dilakukan dengan cara meletakkan keyword pada tempat tersembunyi yang tidak terlihat oleh pembaca. Misalnya, di meta tag dan atribut alt.

Sama saja seperti kedua teknik lainnya, cara tersebut tentu saja tak bisa menipu mesin pencari meskipun tak terlihat oleh pembaca. Taktik tersebut juga hanya akan membuat ranking website Anda menurun.

Dengan keyword stuffing, website Anda akan dianggap sebagai spam oleh Google. Selain dianggap spam, keyword stuffing juga dapat membuat pengalaman pembaca jadi buruk. Pembaca Anda kemungkinan akan langsung menutup website Anda. Sehingga bounce rate Anda pun meningkat. Jadi, cara ini jelas-jelas akan merugikan Anda.

Maka dari itu Anda harus menentukkan dahulu kata kunci utama yang relevan dengan konten yang Anda akan buat. Anda juga perlu melakukan riset kata kunci sebelum menerapkannya dalam konten Anda. Selain itu, gunakan pula kepadatan kata kunci yang sesuai. Masukkanlah kata kunci secara natural. Jangan sampai keyword density Anda melebihi 2%. Lalu,, tambahkan LSI Keyword. LSI adalah kata-kata atau frasa yang dianggap relevan secara semantik.

Kata kunci itu dapat memperbesar peluang konten Anda muncul di halaman pertama hasil pencarian. Menggunakan kata kunci ini juga dapat membantu mesin pencari mengidentifikasi konten Anda untuk menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pembaca. Jadi, peluang ranking konten Anda naik bisa semakin besar. Terakhir, tempatkan kata kunci pada elemen tertentu. Memasukkan kata kunci sebenarnya tak hanya pada isi konten saja. Anda juga perlu menambahkan kata kunci pada elemen lain. Paling tidak sisipkan satu kata kunci pada judul konten, subjudul, tag judul, meta deskripsi, alt image, paragraf pertama dan paragraf akhir. 

Ketika menulis artikel, jangan terlalu fokus pada hasil mesin pencari. Intinya fokuslah pada pembaca Anda. Ketika Anda fokus menulis untuk pembaca, Google akan menilai baik halaman tersebut.

Posted 2020-11-03 08:00 by Marcomm Gmedia Share
  news