PERKEMBANGAN ABSENSI DARI ANALOG HINGGA DIGITAL


PERKEMBANGAN ABSENSI DARI ANALOG HINGGA DIGITAL

Karyawan adalah aset berharga dan garis terdepan perusahaan.  Terutama di era digital, perusahaan dapat mencapai tujuan dan kesuksesan hanya bersama karyawan. Untuk tetap menjaga kenyamanan dan mempertahankan karyawan, pengelola sumber daya manusia (SDM) perlu memiliki sistem perusahaan terbaik. Salah satunya sistem absensi, yang berubah dari waktu ke waktu. Dari analog hingga digital. 

Sistem absensi pun terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Dalam perjalanannya, cara absensi karyawan terus mengalami perubahan. Hal ini juga diikuti dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih.

Seperti apa perjalanan absensi karyawan? simak ulasan berikut ini :

1. Absensi Analog

Absensi analog adalah alat penghitung waktu kerja karyawan manual yang sudah digunakan perusahaan sejak kurang lebih dua abad silam. Absensi analog juga biasa disebut sebagai absensi ceklok. Ketika karyawan memasukkan kartunya ke dalam slot, maka waktu akan tercetak pada kartu absen. Namun, penggunaan absensi analog juga kurang efektif, karena karyawan harus mengantri cukup lama untuk ceklok satu per satu. Absensi analog juga rawan pemalsuan, karena karyawan yang membandel bisa berbuat curang dengan menitipkan kartu absensinya setiap akan bolos kerja.

2. Absensi Digital Berbasis PIN

Sistem absensi digital ini menggunakan kata sandi atau password yang diberikan kepada setiap karyawan di sebuah perusahaan. Cara menggunakan alatnya pun mudah hanya dengan cara memasukan kata sandi dan data tersebut akan tercatat secara akurat oleh sistem.

3. Absensi Magnetic Card

Cara absensi magnetic card lebih canggih dan modern dibandingkan dengan dua cara absensi sebelumnya karena telah menggunakan teknologi untuk mendata kehadiran karyawan.Harga relatif murah daripada cara absensi lainnya. Walaupun harganya murah, kualitas dari mesin ini dapat diperhitungkan karena hanya dengan menggesekkan kartu, kehadiran karyawan dapat tersimpan dengan baik dalam sebuah sistem.

4. Absensi Fingerprint

Absensi dengan menggunakan sidik jari untuk autentifikasi pengguna atau karyawan. Penyimpanan data pada sistem absensi fingerprint cukup besar, bahkan mencapai puluhan ribu karyawan. Pencatatan data kehadiran karyawan pun lebih akurat dan pemakaian sistem absensi ini sangat praktis.

5. Absensi Berbasis WEB

Aplikasi karyawan berbasis web ini tidak seperti sistem absensi pada umumnya, karena mesin absen ini terletak pada komputer atau laptop karyawan dan setiap karyawan memiliki username dan password masing-masing. Absensi karyawan berbasis web juga dapat diakses di mana saja dan kapan saja selagi karyawan mempunyai koneksi internet. Cara absensi ini sangat cocok bagi perusahaan yang memiliki banyak cabang di berbagai wilayah karena sistem absensi berbasis web terintegrasi di mana pun selama ada koneksi internet.

6. Absensi Biometrik

Sistem absensi biometrik adalah sebuah sistem absensi terkini dan tercanggih saat ini karena telah mencakup semua yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam mengelola absensi karyawan. Penggunaan sistem absensi biometrik memang lebih praktis dan cepat. Cara kerja mesin absensi biometrik ini jauh lebih canggih, dengan melihat atau mendeteksi karakteristik tertentu yang ada pada diri manusia. Seperti wajah misalnya.

7. Absensi Berbasis Mobile

Perusahaan tidak harus menyediakan perangkat atau mesin absensi untuk pendataan kehadiran karyawan setiap hari. Perusahaan hanya perlu mendaftar dan membuat akun untuk setiap karyawan.

Nah, Perusahaan Anda sudah menggunakan absensi yang mana? Saat ini absensi berbasis web, biometrik dan mobile adalah yang paling aman ditengah situasi pandemi seperti ini. Jika Anda masih mencari sistem absensi yang aman dan mudah, GMEDIA menyediakan aplikasi absensi online untuk Anda. Aplikasi Absensi online dari GMEDIA bisa menjadi pilihan Anda untuk mempermudah pencatatan absensi karyawan dan data pun akan lebih aman dan mudah dikelola oleh HR perusahaan Anda.

 

Posted 2020-10-19 08:34 by Marcomm Gmedia Share
  news