LEMP (Linux, Nginx, MySQL dan PHP) atau LAMP (Linux, Apache, MySQL dan PHP) adalah contoh Stack yang paling sering digunakan oleh sysadmin maupun developer untuk mengelola websitenya. Selain karena sama-sama open source dan yang membedakannya hanya web server saja.
Jika LEMP menggunakan web server Nginx, sedangkan LAMP menggunakan web server Apache. Web server Apache sudah terbilang cukup lama yaitu tahun 1995. Sedangkan Nginx tahun 2005.
Perbedaan Apache dan Nginx
Apache mengandalkan konsep based on process. Maksudnya adalah membuat proses dan pekerjaan hanya jika ada request. Sedangkan Nginx mengandalkan konsep based on event. Maksudnya adalah Nginx tidak akan memproses suatu pekerjaan meskipun ada request baru. Jadi, Nginx merupakan web server yang bekerja multitasking.
Static Content – Nginx lebih cepat 2.5 dibandingkan dengan Apache. Dynamic Content – Keduanya saat ini hampir mirip, karena Apache dan Nginx sama-sama support PHP-FPM, juga dengan Varnish atau Memcached Cache.
Apache bekerja dengan banyak varian Unix system (seperti Linux atau BSD) dan support penuh Microsoft Windows. Sedangkan Nginx pada Windows hanya sedikit.
Apache menawarkan tips konfigurasi menangani DDoS Attack. Sedangkan Nginx menawarkan untuk dapat melakukan limitasi pada jumlah request dan jumlah koneksi pada konfigurasi Nginx.
Shared Hosting biasanya menggunakan Apache karena bisa menangani banyak modul dinamis. Sedangkan Nginx sangat populer untuk VPS Hosting, Dedicated Hosting atau Cluster Container.
Manakah yang lebih baik? Sesuai dengan kebutuhan Anda, jika Anda ingin menampilkan konten dinamis maka bisa memilih Apache. Atau sebaliknya, konten statis bisa memilih Nginx.