Mengelola website memang tidak mudah. Hal yang paling sering terjadi adalah ketika website diserang para peretas atau hacker. Ada beberapa jenis serangan hacker pada website yang sering terjadi.
1. DdoS Attack, adalah serangan yang dilakukan secara bertubi – tubi ke target korban. Serangan ini berupa ping atau permintaan koneksi. Efek dari serangan ini adalah server menjadi overload dan tidak bisa diakses. Serangan ini termasuk dalam serangan website yang berbahaya.
2. Brute Force Attack, adalah serangan yang dilakukan dengan cara melakukan request secara bertubi – tubi ke website. Serangan ini biasanya upaya login secara berulang – ulang menggunakan username dan password yang dicocokkan satu per satu berupa wordlist. Serangan ini termasuk critical, jika hacker berhasil menembus dashboard admin, kemungkinan mereka akan melakukan perubahan pada pengaturan atau konten website Anda.
3. Bug CMS/Framework, adalah serangan eksploitasi bug atau celah pada CMS/Framework oleh hacker. Efek dari Bug CMS/Framework ini adalah jika hacker mengetahui bug dan melakukan eksploitasi makan website Anda akan dipasangi backdoor shell yang dapat mengakses seluruh fungsi pada website.
4. Inject Malware, adalah serangan yang memungkinkan hacker mengeksekusi script malware yang disisipi pada salah satu file yang diunggah ke website. Biasanya inject malware terjadi karena Anda menggunakan plugin atau nulled themeatau bajakan yang di download dari website tidak resmi.
5. Email Spamming dan Scamming, email spamming adalah serangan yang memungkinkan hacker melakukan pengiriman email secara bertubi – tubi, ini bisa berupa pengiriman email keluar atau penerimaan email. Sedangkan email scamming adalah serangan ketika peretas melakukan pengiriman email ke target korban dengan format menyerupai email resmi untuk meminta data pribadi Anda.
Itulah 5 serangan yang wajib Anda kenali dan waspadai untuk meningkatkan keamanan lebih ketat pada website Anda.