Saat ini negara – negara di dunia saling bahu – membahu mencegah penyebaran virus covid-19 yang semakin hari semakin bertambah pasien positif covid-19. Segala upaya pencegahan dan penelitian mengenai vaksin covid-19 terus dilakukan. Saat ini negara – negara seperti, Amerika, China/Tiongkok serta Korea Selatan melakukan penelitian – penelitian untuk menemukan vaksin covid-19.
Ditengah maraknya kasus positif terjangkit covid-19, berita – berita hoax juga cepat tersebar di dunia maya. Berikut adalah beberapa hoax dan fakta yang tersebar belakangan ini :
- Hoax : Antibiotik dapat mencegah covid-19
- Fakta : Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan virus, melainkan hanya melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.
- Hoax : Obat tradisional dapat menyembuhkan penderita covid-19
- Fakta : Meskipun obat-obatan barat, tradisional atau buatan sendiri dapat meringankan gejala-gejala COVID-19, obat-obatan yang ada belum terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit ini. WHO tidak merekomendasikan tindakan mengobati diri sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, untuk mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Namun, beberapa obat-obatan barat dan tradisional sedang diuji klinis. WHO akan terus memberikan informasi terbaru seiring tersedianya temuan klinis.
- Hoax : Sudah ditemukan vaksin covid-19
- Fakta : Belum ada. Hingga kini, belum ada vaksin dan obat melawan virus tertentu untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Namun, orang-orang yang sakit perlu mendapatkan perawatan untuk meredakan gejala-gejalanya. Orang-orang yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit. Sebagian besar pasien sembuh karena perawatan untuk gejala yang dialami. Ada beberapa kandidat vaksin dan obat tertentu yang masih diteliti melalui uji klinis. WHO mengkoordinasikan upaya menyediakan vaksin dan obat yang mencegah dan mengobati COVID-19. Cara paling efektif melindungi diri dan orang lain dari COVID-19 adalah sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku yang terlipat atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin.
- Hoax : Covid-19 sama dengan SARS
- Fakta : Tidak. Virus penyebab COVID-19 dan virus penyebab wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2003 memang memiliki hubungan genetik dengan satu sama lain, tetapi penyakit yang ditimbulkannya berbeda. SARS lebih mematikan tetapi penularannya lebih rendah dibandingkan COVID-19. Tidak ada wabah SARS di mana pun sejak tahun 2003.
- Hoax : Hewan peliharaan dapat menularkan virus covid-19
- Fakta : Tidak. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan pendamping atau peliharaan seperti kucing dan anjing terinfeksi atau menyebarkan virus penyebab COVID-19.
WHO terus memantau penelitian terbaru tentang topik ini serta topik-topik COVID-19 lainnya dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.
- Hoax : Barang dari negara yang terkontaminasi covid-19 dapat menularkan kepada penerima barang
- Fakta : Tidak. Kecil kemungkinan barang komersial terkontaminasi dari orang yang terinfeksi dan kecil juga risiko tertular virus penyebab COVID-19 dari paket yang sudah berpindah, berada dalam perjalanan, dan terpapar kondisi serta suhu yang berbeda-beda.
Apakah ada hal yang tidak boleh saya lakukan?
Tindakan-tindakan berikut TIDAK efektif melawan COVID-19 dan bahkan bisa berbahaya:
- Merokok
- Mengenakan lebih dari satu masker
- Meminum antibiotik
Apa pun keadaannya, jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, segeralah mencari pertolongan medis untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan sampaikan riwayat perjalanan Anda baru-baru ini kepada tenaga kesehatan.
WHO dan Pemerintah Indonesia mempublikasikan laporan terbaru tentang situasi COVID-19 setiap harinya.
Website Pemerintah Indonesia terkait Covid-19 dapat di cek melalui link berikut ini :
https://www.covid19.go.id/
Posted 2020-04-15 08:02 by Marcomm Gmedia
Share
news