KETAHANAN IT DAN PERMASALAHAN UTAMA DI DALAMNYA


KETAHANAN IT DAN PERMASALAHAN UTAMA DI DALAMNYA

Ketahanan TI (IT resilience) merupakan inti dari strategi yang dapat membantu Anda. Menjadi IT Resilient berarti siap untuk segala jenis gangguan, baik terencana maupun tidak terencana – untuk mengurangi risiko downtime sehingga fokus Anda tetap erada pada proyek-proyek utama yang mendukung transformasi. Ini memastikan bisnis Anda terus bergerak maju, dan, pada kenyataannya, dapat mempercepat transformasi dengan membiarkan Anda secara proaktif melihat dan beradaptasi dengan perubahan untuk mencegah gangguan.
Ada pun lima domain TI yang menghadapi tantangan besar terkait resilience adalah: migrasi, downtime dan pemulihan bencana, cloud, berbagi data, dan outsourcing.
Tantangan IT Resilience :
Migrasi

Organisasi harus secara berkala memindahkan operasinya ke sistem baru karena perubahan teknologi atau tuntutan pertumbuhan. Namun migrasi ini seringkali mengganggu.
Lebih dari seperempat responden dalam survei IDG menunjukkan bahwa migrasi menghabiskan waktu antara 25 dan 100 jam. Sementara seperenam responden melaporkan mereka mengalami migrasi yang memakan waktu lebih dari 100 jam. Selain itu, 44 persen dari IT Professional melaporkan kegagalan dalam migrasi langsung. Yang paling sering, karena aplikasi yang tidak berjalan pada sistem baru.
Downtime dan Pemulihan Bencana
Migrasi bukan satu-satunya penyebab downtime, yang dapat membuat perusahaan lumpuh. Kesalahan operator juga dapat menyebabkan crash sistem atau jaringan. Hebatnya, menurut IDG, hanya 30 persen responden di seluruh dunia yang telah menganalisis biaya terkait kerugian selama jaringan terhenti.
Sementara di sisi lain, bencana, mulai dari banjir hingga kebakaran di ruang server, dapat menyebabkan downtime yang berbahaya. Dalam kasus ini, perangkat keras sering rusak di luar perbaikan dan data. Jika tidak didukung secara eksternal kerusakan menjadi permanen dan data dapat hilang selamanya. Masih dari data IDG, hanya 15 persen peserta survei yang menyatakan percaya diri dalam rencana pemulihan bencana mereka.
Layanan Cloud
Komputasi cloud outsourcing memberikan tantangan teknis yang serupa dengan yang dihadapi layanan dan sumber daya in-house. Cloud adalah domain ketahanan yang berbeda karena merupakan kerjasama. Jika penyedia cloud Anda mogok, operasi berbasis cloud Anda akan ikut mogok pula. Teknologi ini memperkenalkan masalah ketahanan yang sangat kompleks karena departemen non-IT mungkin menggunakan layanan cloud yang tidak didukung di belakang layar.
Berbagi Data
Akhirnya, pertumbuhan berbagi data dalam organisasi menyebabkan masalah ketahanan. Para IT professional berada di bawah tekanan untuk menyediakan lebih banyak data ke unit bisnis lain dengan lebih cepat, yang menghasilkan peningkatan pembagian di antara basis data.
Terlepas dari implikasi keamanan dari aktivitas basis data yang tumbuh cepat, pertukaran di antara basis data meningkatkan risiko penyimpanan informasi yang tidak konsisten di berbagai lokasi. Tujuh puluh persen profesional menyatakan keprihatinan tentang ketidakkonsistenan data, menurut laporan IDG.
Mengatasi Kompleksitas di Era Big Data
Organisasi merangkul era big data, mengumpulkan dan menghasilkan lebih banyak informasi dengan cara yang lebih beragam daripada sebelumnya. Sementara itu, cloud dan mobilitas menyebabkan data bergerak di jalur yang lebih kompleks. Organisasi dan security professional harus lah proaktif untuk memastikan ketahanan TI di dunia yang semakin rumit ini.

Posted 2019-10-15 12:43 by Marcomm Gmedia Share
  news