Untuk bisa saling berkomunikasi komputer memerlukan IP Address, IP address merupakan alamat pengenal standar untuk semua perangkat di jaringan yang menggunakan standar protokol internet. IP address inilah yang menjadi label kemana paket data akan dikirim dan diterima jadi semua perangkat yang terhubung ke jaringan harus mempunyai IP Address yang menjadi alamat standar pengiriman dan penerimaan data. Pada umumnya untuk memudahkan penyebutan “IP address” sering juga disebut dengan istilah “IP” saja. IP address yang sering digunakan adalah IPV4, contoh : 192.168.100.102.
IP sendiri dibagi ke dalam 2 macam, yang pertama adalah IP private. Disebut private karena IP ini hanya bisa diakses dari jaringan local saja dan tidak bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung tanpa bantuan router (NAT). IP private digunakan untuk jaringan local (LAN) agar sesama komputer dapat saling berkomunikasi, misalnya digunakan di jaringan sekolah, kantor, toko, dll. Agar IP private dapat terhubung ke internet maka diperlukan router yang ditugaskan untuk nge NAT (agar semua IP local bisa terkoneksi ke internet dengan menggunakan IP Publik yang terkoneksi langsung ke Internet), walau sudah terkoneksi ke internet, IP private tetap tidak bisa diakses langsung dari jaringan internet, karena dari sudut pandang Internet, IP private terlihat seperti IP publik yang digunakan untuk NAT. IP private persis seperti nomor telepon lokal/interkom dalam sebuah kantor, nomer local intercom tidak bisa digunakan untuk menelepon ke luar, diperlukan nomor telepon yang terdaftar ke telkom (katakanlah 1 IP publik) agar pengguna intercom bisa menelepon ke semua nomor yang ada di dunia (katakanlah berinternet). Dalam penggunaannya IP private tidak perlu didaftarkan/registrasi ke pihak otoritas sebelum digunakan karena penggunaan IP private telah diatur, dialokasikan dan distandarkan oleh IANA (Lembaga yang mengatur penggunaan dan pengalokasian IP di planet bumi).
Selain IP private, ada juga IP publik. IP publik adalah IP yang digunakan dalam jaringan global internet, karena kelas IP ini digunakan di dalam jaringan internet maka IP ini bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung. Perangkat yang menggunakan IP public biasanya bertindak sebagai SERVER atau ROUTER, seperti web server, mail server, DNS server, Game Server dan server yang lain dengan tujuan agar server bisa diakses dari jaringan manapun di dunia ini yang terkoneksi ke internet. Untuk dapat menggunakan IP public, suatu organisasi harus mendaftarkan diri agar mendapat alokasi IP public yang akan digunakan. IP public bisa didapat dari ISP (internet service provider). Komputer dengan IP public memerlukan pengamanan extra karena sangat rentan terhadap serangan hacker yang ada dalam jaringan internet. Alokasi IP public sudah diatur dan didistribusikan berdasarkan negara, artinya Anda bisa mengenali negara pengguna internet dari IP yang digunakan. Untuk mengeceknya kita bisa menggunakan tool whois IP, dengan kata lain penggunaan IP public diatur ketat oleh asosiasi internet global dan setiap IP telah didaftarkan kepada pemegang yang sah dan hanya bisa dipakai oleh pemilik yang sah.
Perjalanan IPv4 dalam dunia internet dan jaringan bermula di awal tahun 1970, ketika itu proyek DARPA (Defense Advanced Research Project Agency) yang menjadi cikal bakal internet saat ini. Jumlah komputer yang menggunakan internet belum seberapa jumlahnya maka digunakanlah pengalamatan 32 bit angka biner sebagai IPv4 untuk perangkat jaringan dan komputer. Dengan 32 bit IPv4 didapatkan 4.294.967.296 IP. Jumlah tersebut merupakan angka yang sangat banyak dikala itu dan lebih dari cukup. Semua berubah ketika tahun 1990an pertumbuhan dunia komputer dan jaringan sangat pesat sedangkan pengalokasian IP disaat itu belum ada. Karena menyadari bahwa IP bakal habis jika tidak diatur, maka munculah ide untuk mengalokasikan IP khusus untuk perangkat Local network atau yang dikenal dengan IPv4 Private addresses.
Untuk IP private sendiri telah ditentukan dan diatur dalam terbitan RFC 1918, dan penggunaanya tidak perlu registrasi karena ruang lingkupnya hanya jaringan local. Beda dengan IP Public yang bisa diakses dari manapun (global), untuk dapat menggunakan IP public, seseorang/organisasi harus mendaftar dulu kepada otoritas terdekat seperti ISP untuk mendapat alokasi IP public yang akan digunakan. Sedangkan pengalokasian IP addresses public diatur oleh organisasi yang disebut IANA (Internet Assigned Numbers Authority). IANA bertanggung jawab atas pengalokasian IP address (baik IPv4 atau IPv6), IANA juga mengalokasikan IP khusus untuk keperluan seperti militer/penelitian, mengatur dan mendistribusikan IP berdasar regional /negara. .
Ada 2 jenis IP berdasar persistensi ip tersebut menempel di perangkat komputer, yaitu IP Static dan IP Dynamic. (tidak peduli apakah IP Public atau IP private)