Meskipun sudah tergolong familiar, mungkin masih ada beberapa diantara Anda yang belum mengerti arti Managed Service di dunia teknologi informasi. Managed Service bisa diartikan sebagai sebuah layanan outsource atau dalam arti yang lebih luas adalah layanan yang dilakukan oleh perusahaan lain untuk melaksanakan rangkaian pekerjaan dalam pengawasan serta pengelolaan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan yang menggunakan jasanya. Layanan ini diberikan dengan tujuan untuk memberi dukungan pada kinerja operasional IT di perusahaan lain yang bukan merupakan perusahaan IT.
Managed Service diperlukan pada beberapa jenis perusahaan, antara lain pabrik, perusahaan logistik, perusahaan properti dan distributor serta hotel dan perbankan. Diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut bisa mengadopsi teknologi terbaru yang cocok dengan keperluan mereka serta bisa menunjang perkembangan usaha mereka lebih pesat tanpa adanya hambatan dari kegiatan operasional.
Layanan ini merupakan pendukung infrastruktur IT, yang mencakup perencanaan strategis, penetapan perangkat IT jenis apa saja yang akan dipergunakan atau di upgrade atau yang harus dipertahankan, serta jasa perawatan perangkat infrastruktur IT.
Ditujukan bagi perusahaan yang mana pada beberapa aplikasi di kantornya dianggap kurang mendukung kinerja pegawai-pegawainya. Maka dalam hal ini managed service bisa melakukan evaluasi hingga penggantian software, mengadakan aplikasi baru, serta meningkatkan aplikasi yang ada.
Jasa untuk memberikan laporan, saran, ataupun pendapat yang bermanfaat bagi kelancaran operasional IT perusahaan.
Salah satu arti managed service di dunia teknologi informasi adalah dapat membantu meningkatkan kinerja para pegawai perusahaan. Anda bisa membayangkan jika dalam sebuah perusahaan memiliki 1000 pegawai dan kegiatan mereka sering terhambat 1 – 2 jam sehari, maka perusahaan tersebut telah mengalami pemborosan biaya sebesar 1000 – 2000 jam dalam sehari. Jika dikalkulasi dengan standar gaji UMR sebesar 3 juta sebulan dengan 9 jam kerja sehari maka pemborosan yang terjadi adalah sebesar 16 – 32 juta per hari atau 320 – 640 juta dalam sebulan. Maka hal ini juga bisa mencegah kerugian perusahaan.
Bagi instansi pemerintah, perjalanan dinas yang dilakukan oleh beberapa pegawai bisa membuat pemborosan keuangan. Maka adanya sistem komunikasi internal seperti panggilan suara atau video serta teleconference yang bisa dilakukan dengan lancar tanpa terganggu bisa mengurangi kegiatan perjalanan dinas.
Dengan adanya sistem aset manajemen maka auditor perusahaan ataupun pemerintahan bisa lebih mudah menyaksikan cukup melalui layar monitor. Hal ini bisa terjadi karena segala yang terdapat pada data terhubung secara elektronik. Ini tentu saja sangat menghemat waktu bagi para auditor serta manajer ketika mereka perlu melakukan pengawasan aset IT.