MENGAPA MASYARAKAT MEMBUTUHKAN INTERNET BERKUALITAS?


MENGAPA MASYARAKAT MEMBUTUHKAN INTERNET BERKUALITAS?

Kebutuhan akan internet yang sangat tinggi di Indonesia membuat para Internet service provider berjuang keras untuk meningkatkan kualitas internet di Indonesia. tuntutan dari konsumen akan kecepatan internet yang sangat tinggi menjadi permasalahan bagi para ISP di Indonesia. Namun mengapa masyarakat membutuhkan internet berkualitas?

  1. Koneksi internet membutuhkan infrastruktur yang mahal.

Untuk menyediakan jaringan internet, tentu perlu infrastruktur yang memadai. Mulai kabel hingga tower dan hal-hal lain. Nah, untuk membangun infrastruktur yang keren ini tentu biayanya juga tidak sedikit. Karena itu juga, kurangnya infrastruktur membuat internet lambat. Karena jumlah penduduk Indonesia masuk lima besar terbanyak di dunia, pengguna internetnya pun tinggi.

  1. Mahalnya biaya infrastruktur juga dipengaruhi oleh kondisi geografis.

Wilayah Indonesia yang berbukit-bukit & berlembah-lembah memang cukup menantang. Misalnya sebuah perusahaan provider internet mau mendirikan tower baru, tentunya perlu akses ke sana. Nah apakah jalan ke sana sudah bisa dilalui kendaraan proyek? Apakah energi listriknya sudah memadai? Sayangnya, banyak lokasi di Indonesia yang memang masih minim infrastruktur. Sehingga untuk membangun fasilitas internet butuh biaya yang lebih tinggi lagi. Ini juga yang membuat tarif internet per daerah atau provider bisa berbeda. Karena biaya pembangunan dan pemeliharaan infrastrukturnya juga berbeda.

  1. Mengakses website luar negeri juga butuh biaya lebih.

Padahal di Indonesia kita terbiasa dengan Google, Facebook, Twitter, dan Instagram. Membuka Google, Youtube, dan berbagai situs media sosial internasional sudah menjadi keseharian. Website-website tersebut servernya berada di luar negeri. Padahal untuk mengakses ke sana, provider membutuhkan biaya lebih.

  1. Ada juga Biaya Hak Penggunaan Frekuensi yang lumayan tinggi.

Biaya Hak Penggunaan Frekuensi (BHPF) adalah biaya yang harus disetor kepada pemerintah untuk setiap penggunaan frekuensi, entah itu internet, radio, ataupun televisi. Saat ini, BHPF termasuk sumber pendapatan negara yang sangat potensial. Nilainya pun tidak kecil. Besarnya BHP ini ditentukan juga oleh kapasitas bandwidth masing-masing provider.

Untuk diketahui, di negara-negara Afrika, akses internet masih tergolong langka. Di Gambia, untuk satu bulan internet rata-rata menghabiskan biaya sampai Rp1,3 juta. Di Ethiopia, Anda harus keluar uang Rp 2,6 juta. Sama-sama di Asia Tenggara, di Myanmar biaya untuk satu bulan internet per orang rata-rata Rp 1,6 juta. Sementara negara Asia Tengah lainnya seperti Uzbekistan, biaya internet per orang per bulannya rata-rata Rp 1,71 juta. Koneksi internet Indonesia memang lambat, tapi syukurlah bukan yang terlambat.

Posted 2019-03-28 12:49 by Marcomm Gmedia Share
  news