Kesalahan dalam memilih ISP dapat menyebabkan banyak kerugian. Contohnya adalah bagi para pebisnis online yang memiliki ketergantungan bisnisnya terhadap internet tentunya akan mengalami kerugian besar apabila ISP langganannya mengalami gangguan, selain itu juga gamers merupakan salah satu yang paling banyak merugi ketika internet bermasalah. Agar hal tersebut tidak terjadi, Perhatikan hal berikut sebelum memilih ISP terbaik Anda:
- Pilih ISP dengan kecepatan Download dan Upload yang mempunyai koneksi stabil, disini Anda dapat mencari rekomendasi dari kerabat bisnis Anda mana koneksi yang stabil banyak digunakan bagi kebutuhan bisnis.
- Pilih ISP yang menggunakan teknologi terbaru dan tinggi. Dengan mengetahui teknologi dari sebuah ISP, maka kinerja ISP tersebut akan diketahui apakah teknologinya telah memiliki kompresi data yang memungkinkan dapat mentransfer data lebih cepat atau belum.
- Tentukan rasio Bandwidth dengan perbandingan antara bandwidth yang memang benar-benar diterima oleh pengguna internet dengan bandwidth yang disebutkan oleh ISP. Contohnya adalah sebagai berikut :
- Paket 128 kbps 1 : 1, Artinya pengguna internet mendapatkan bandwidth sebesar 128 x 1 = 128 kbps. Jadi, besar bandwidth yang disebutkan dalam paket sama dengan yang didapatkan pengguna/ pelanggan.
- Paket 128 kbps 1:2, Artinya, bandwidth 128 kbps ini dibagi kepada 2 orang pelanggan, sehingga satu orang pengguna internet mendapatkan bandwidth sebesar 1 : 2 dari yang disebutkan, yaitu 128 x 1 : 2 = 64 kbps. Jadi, besar bandwidth yang didapatkan pengguna/pelanggan rata - rata 64 kbps, namun kadang-kadang dapat mencapai 128 kbps, jika pelanggan yang diajak berbagi internet tidak menggunakan koneksi internetnya sama sekali.
4. Memiliki SLA (Service Level Agreement) minimal 95% dalam sebulan.
5. Memiliki layanan 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 365 hari dalam setahun.
6. Memiliki daya dukungan teknis 24 jam setiap harinya.
7. Memiliki izin resmi dari pemerintah dan ada kantor resmi.
Posted 2019-03-08 13:16 by Marcomm Gmedia
Share
news