Perusahaan startup telah dikenal dan bahkan menjadi impian baru dalam berkarir setelah lulus kuliah bagi generasi muda Indonesia. Startup makin ramai dibicarakan setelah istilah unicorn digunakan pada debat kedua pemilihan presiden 2019. Unicorn adalah julukan untuk startup yang memiliki nilai perusahaan lebih dari US$1 miliar atau setara Rp 14 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000). Dari mana datangnya angka tersebut dan apa saja variabel atau metrik yang dipertimbangkan untuk membentuk valuasi atau nilai sebuah startup?
Variabel tersebut sebenarnya berbeda-beda di setiap startup-nya. Jika startup tersebut adalah e-commerce, yang dipakai adalah GMV. Sedangkan jika startup tersebut adalah peer-to-peer (P2P) Lending variabel yang dipakai adalah loan disbursement. Namun kalau yang startup di bidang payments, yang digunakan adalah number of users atau number of merchants.
Ada beberapa metode untuk menentukan nilai suatu startup. Salah satunya dengan menggunakan comparable analysis, di mana Anda dapat melihat benchmark dari perusahaan yang sudah ada. Benchmarking dapat dilakukan jika telah ada perusahaan yang berjalan sekian tahun, jadi valuation mereka bisa dijadikan perbandingannya (benchmark) oleh startup yang baru memulai. Sedangkan, jika startup baru berdiri dan baru dia satu-satunya startup di bidang tersebut di negara tersebut, mau tidak mau benchmarknya ke luar negeri, misalnya ke China, ke India, atau bahkan ke Amerika Serikat.