DETEKSI GEMPA BUMI DENGAN JARINGAN FIBER OPTIC


DETEKSI GEMPA BUMI DENGAN JARINGAN FIBER OPTIC

Kabel fiber optic digunakan sebagai perantara koneksi internet dengan kecepatan lebih baik dibandingkan koneksi mobile. Namun, para peneliti di Stanford University Amerika Serikat berhasil memanfaatkan kabel FO untuk membantu mendeteksi gempa bumi. Penemuan ini dipimpin oleh Biondo Biondi, profesor geofisika dari jurusan School of Earth, Energy & Environmental Sciences. Memanfaatkan sistem dan infrastruktur yang telah ada, cara ini lebih murah dibanding metode pemantauan gempa bumi yang telah ada sebelumnya.

 

Sistem kerja pemasangan alat interogator laser cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan seismik kecil. Data yang terkumpul dapat menunjukkan arah dan besaran gempa. Gabungan jaringan-jaringan tersebut menciptakan observatorium untuk merasakan gempa, terdiri dari banyaknya sensor, data  yang terkumpul dan dilacak secara real-time.

 

Interogator laser bekerja dengan mengirimkan dorongan sinar laser mencakup 40km menuju serat kemudian mengamati backscatter (pantulan gelombang, partikel, atau sinyal kembali ke arah datang) cahaya. Jika ada pergeseran waktu pada backscatter, maka hubungan perpindahan serat-saat akan berkontraksi. Perpindahan tersebut muncul saat bumi bergerak seperti saat terjadi gempa.

 

Hasilnya? Beberapa waktu lalu Biondi dan kolega menguji coba hipotesis guna menunjukkan eksperimen ini dapat dipakai di San Francisco, AS. Sejak September 2016, tim peneliti Stanford ini telah merekam lebih dari 800 gempa, mulai dari skala kecil, menengah, hingga sangat kuat . Teknologi tersebut mencatat ada 800 guncangan seismik atau gempa yang berhasil terdeteksi  termasuk gempa beberapa waktu lalu di Meksiko.

Posted 2018-10-15 14:50 by Marcomm Gmedia Share
  news